• RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
Showing posts with label perkongsian. Show all posts
Showing posts with label perkongsian. Show all posts
Posted by nur3izz - - 0 comments

Posted by gen13's peers - - 0 comments

Posted by gen13's peers - - 0 comments
Posted by gen13's peers - - 0 comments

Posted by gen13's peers - - 2 comments

“… we have more degrees,

but less sense;

more knowledge,

but less judgment;

more experts,

but more problems…”


Dr. Bob
Moorehead,

Paradox of Our Time

Posted by nur3izz - - 0 comments

Posted by nur3izz - - 0 comments

Posted by gen13's peers - - 0 comments

Posted by nur3izz - - 0 comments




..."effort is a practical doa"...


shared by: Ameen Misran

Posted by gen13's peers - - 0 comments

Sedarkah kita bahawa hidup ini adalah sejarah. Sejarah keimanan dan kekufuran. Sejarah hidup yang sering berulang-ulang. Hari ini, kita melihat kanak-kanak bermain, bukankah dahulunya ada orang lain yang melihat kita bermain? Hari ini, kita dikenali sebagai pelajar yang sedang menuntut ilmu, suatu hari nanti, kita pula akan memandang remaja-remaja di sekeliling kita ialah pelajar yang sedang menuntut ilmu. Hari ini, kita melihat seseorang itu sebagai orang tua. Suatu hari nanti, orang lain pula melihat kita sebagai orang tua… dan kini, kita menerima berita kematian manusia di sekeliling kita, maka suatu hari nanti, manusia lain pula akan menerima berita kematian kita.

Hidup ini sejarah yang tiada pembaharuan, tiada kelainan. Hanya sejarah keimanan dan kekufuran. Kebahagian yang diperolehi ialah lantaran iman, dan kebinasaan adalah kerana kekufuran. Dosa yang dibuat pada hari ini ialah dosa yang pernah dibuat pada suatu masa dahulu. Tiada suatu dosa baru yang direka atau kaedah jahat lain yang disusun oleh golongan terlaknat, syaitan yang direjam. Semuanya itu pernah dilakukan. Pernah berlaku, pernah berulang dan masih berulang. Kemusnahan dan kebinasaan itu pasti akan berulang lagi apabila kita tidak bersungguh-sungguh berusaha untuk memilih jalan keimanan. Moga Allah membantu kita untuk menjadi hambaNya.

Posted by nur3izz - - 0 comments

A teacher asked his students to take out a piece of white blank paper and draw a small dot using their black ink pen in the middle of the paper.The dot shouldn't be too big or too small.Just so so and should easily seen by the naked eyes.
Just a simple order...
After a while the teacher asked the students what did they see on the paper.Students are eager answering the question and most of them saying that they could see a black dot.Nothing else...

Some of the 'brilliant' students trying to impress the teacher by giving technical answer or I could say 'scientific answer'..

The teacher smile and nodding his head,agreeing with all the answers.

Then the teacher starts to talk;

"It's a normal thing for a normal people to give that answer.Yes,even an adult would normally give the same answer."
Only certain people or the 'chosen one' would answer that he/she could see the white colour on the plain paper instead of the tiny black dot."

Yes,this is what I wanted to highlight here.In reality, this analogy story is exactly portrayed what we like and enjoy doing.- looking for others' mistakes.

The white paper is much more dominant compared to the tiny little dot,but why we tend to see the tiny one instead of the 'giant' one?

Human in nature is bound to commit sins and mistakes.However,I believed that the good things are much more being done compared to the mistakes.
Unfortunately, the thousands of good deeds couldn't easily erased or at least blurring the 'one mistake'.Yet the one mistake is lift up and 'hooo hooo' around and among the people like the hooligans.

To cut short,the good sinners are those who repent and return to Allah and realized the mistakes he/she committed.
As a 'watcher'/ 'observer' no need for us to be judgmental all the time.Who are we to judge people?

sumber

Posted by gen13's peers - - 0 comments








"pengislahan diri tidak akan berjaya sekiranya kita tidak menyerahkan hati secara kulli (total) untuk diproses. Jika kita masih menyimpan rawasib-rawasib jahiliyyah dalam hati kecil, maka proses islah dan Tarbiyyah Imaniyah tidak akan berjaya"-UDMZ.

Posted by nur3izz - - 0 comments

Posted by gen13's peers - - 0 comments

Bukanlah zuhud itu mengharamkan yang halal dan mensia-siakan harta tetapi sesungguhnya zuhud itu ialah kamu lebih yakin dengan apa yang ada di sisi Allah berbanding dengan apa yang ada pada kamu. (ulama')


Posted by nur3izz - - 0 comments

Suatu ketika, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai empat orang isteri. Dia mencintai isteri yang keempat dan memberikan harta dan kesenangan yang banyak. Sebab, isteri keempat adalah yang tercantik di antara kesemua isterinya. Maka, tidak hairan lelaki ini sering memberikan yang terbaik untuk isteri keempatnya itu.

Pedagang itu juga mencintai isterinya yang ketiga. Dia sangat bangga dengan isterinya ini, dan sering berusaha untuk memperkenalkan isteri ketiganya ini kepada semua temannya. Namun dia juga selalu bimbang kalau-kalau isterinya ini akan lari dengan lelaki yang lain.

Begitu juga dengan isterinya yang kedua. Dia juga sangat menyukainya. Dia adalah seorang isteri yang sabar dan penuh pengertian. Bila-bila masa pun apabila pedagang ini mendapat masalah, dia selalu meminta pandangan isterinya yang kedua ini. dialah tempat bergantung. Dia selalu menolong dan mendampingi suaminya melalui masa-masa yang sulit.

Sama halnya dengan isterinya yang pertama. Dia adalah pasangan yang sangat setia. Dia sering membawa kebaikan bagi kehidupan keluarga ini. dialah yang merawat dan mengatur semua kekayaan dan usaha si suami. Akan tetapi si pedangang tidak begitu mencintainya. Walaupun isteri pertamanya ini begitu sayang kepadanya namun, pedagang ini tidak begitu memperdulikannya.

Suatu ketika, si pedagang sakit. Kemudian dia menyedari mungkin masa untuknya hidup tinggal tidak lama lagi. Dia mula merenungi semua kehidupan indahnya, dan berkata dalam hati, "Saat ini, aku punya empat orang isteri. Namun, apabila aku meninggal, aku akan sendiri. Betapa menyedihkan jika aku harus hidup sendiri."

Lalu dia meminta semua isterinya datang dan kemudian mulai bertanya pada isteri keempatnya, "Kaulah yang paling kucintai, kuberikan kau gaun dan perhiasan yang indah. Nah sekarang, aku akan mati, mahukah kau mendampingiku dan menemaniku?" Isteri keempatnya terdiam. "Tentu saja tidak!" jawab isterinya yang keempat, dan pergi begitu sahaja tanpa berkata-kata lagi. Jawapan itu sangat menyakitkan hati seakan-akan ada pisau yang terhunus dan menghiris-hiris hatinya.

Pedagang yang sedih itu lalu bertanya kepada isteri ketiganya, "Aku pun mencintaimu sepenuh hati, dan saat ini, hidupku akan berakhir. Mahukah kau ikut denganku, dan menemani akhir hayatku?". Isteri ketiganya menjawab, "Hidup begitu indah di sini. Aku akan menikah lagi jika kau mati". Pedagang begitu terpukul dengan jawapan isteri ketiganya itu.

Lalu, dia bertanya kepada isteri keduanya, "Aku selalu berpaling padamu setiap kali mendapat masalah. Dan kau selalu mahu membantuku. Kini, aku perlu sekali pertolonganmu. Kalau aku mati, mahukah kau ikut dan mendampingiku? " Si isteri kedua menjawab perlahan, "Maafkan aku tak mampu menolongmu kali ini. Aku hanya boleh menghantarmu ke liang kubur saja. Nanti, akan kubuatkan makam yang indah buatmu."

Jawapan itu seperti kilat yang menyambar. Si pedagang kini berasa putus asa.

Tiba-tiba terdengar satu suara, "Aku akan tinggal denganmu. Aku akan ikut ke manapun kau pergi. Aku, tak akan meninggalkanmu, aku akan setia bersamamu." Si pedagang lalu menoleh ke arah suara itu dan mendapati isteri pertamanya yang berkata begitu. Isteri pertamanya tampak begitu kurus. Badannya seperti orang yang kelaparan. Berasa menyesal, si pedagang lalu berguman, "Kalau saja aku mampu melayanmu lebih baik pada saat aku mampu, tak akan kubiarkan kau seperti ini isteriku."

Teman, sesungguhnya kita punya empat orang isteri dalam hidup ini;

ISTERI KEEMPAT adalah tubuh kita. Seberapa banyak waktu dan belanja yang kita keluarkan untuk tubuh kita supaya tampak indah dan gagah, semuanya akan hilang. Ia akan pergi segera apabila kita meninggal. Tak ada keindahan dan kegagahan yang tersisa saat kita menghadapNYA.

ISTERI KETIGA adalah status sosial dan kekayaan kita. Saat kita meninggal, semuanya akan pergi kepada yang lain. Mereka akan berpindah dan melupakan kita yang pernah memilikinya.

ISTERI KEDUA pula adalah kerabat dan teman-teman. Seberapa pun dekat hubungan kita dengan mereka, mereka tak akan mampu bersama kita selamanya. Hanya sampai kuburlah mereka akan menemani kita.

DAN SESUNGGUHNYA ISTERI PERTAMA adalah jiwa dan amal kita. Mungkin kita sering

mengabaikan dan melupakannya demi kekayaan dan kesenangan peribadi. Namun, sebenarnya, hanya jiwa dan amal kita sajalah yang mampu untuk terus setia dan mendampingi kemanapun kita melangkah. Hanya amal yang mampu menolong kita diakhirat kelak.

Jadi, selagi mampu, perlakukanlah jiwa dan amal kita dengan bijak. Jangan sampai kita menyesal kemudian hari!

penulis dan rujukan

Posted by gen13's peers - - 0 comments



...'Nobody can turn back to the past and start a new beginning, but everybody can start today to make a better ending'...

(Kompas Cinta -A.Ubaidillah Alias)

Posted by nur3izz - - 0 comments











Antara isi-isi penting yg dpt diextract:

- Hari Eid yang sebenar adalah hari Allah menerima taubat kita.
- kisah Kaab bin Malik (Surah At-Taubah : 118)
- kisah Abu Lubabah

- Apa yang mengikat kita dari mengejar kebaikan?? Apa yg menghalang kita dari mengeluarkan infaq utk Palestin, Somalia??
- Jawapannya adalah DOSA yg menyelubungi kehidupan kita!

- Kisah Kaab bin Malik, setelah Allah menerima taubatnya, terus diinfaqkan kebunnya (yg sbelum ini telah melalaikannya dari menyertai perang Tabuk)

- Jangan tengok kepada kecil/remehnya dosa kita, tetapi tengok kepada siapa kita sedang bermaksiat : Allah Yang Maha Besar, Pemilik langit dan bumi!

- Ramadhan sepatutnya melahirkan diri kita yg version baru, bebas dari dosa.
- "siapa yg berpuasa Ramadhan dengan keimanan dan kerana Allah, diampunkan dosanya yang lalu." (HR Bukhori)

- Tetapi, kholli balak! Rasulullah menghubungkan keampunan dosa dgn keimanan dan ihtisaban.
- tiada org mukmin yg beribadat sebulan, dan kufur 11 bulan lagi.
- jika selepas Ramadhan rasa berat nk consistent dgn ibadah, petanda something wrong dgn Ramadhan kita
yg baru berlalu.


SUMBER:
Facebook Page
(sumber & penyunting)

Posted by gen13's peers - - 0 comments

“Hawa nafsu manusia itu ibarat seekor beruang dengan leher yang diikat rantai. Jika rantai itu dikencangkan oleh pemiliknya, maka ia akan berhenti mengancam. Hanya saja, bezanya dengan manusia, ada yang mengikat hawa nafsunya dengan rantai dan ada pula yang mengikatnya dengan hanya sehelai benang.”


(Bicara Ibn Jauzi dalam Saidul Khotir)

Posted by sisfaeez - - 0 comments





من اراد ان يعلم منزلته عند الله
فلينظر كيف منزلة الله من قلبه
فإن الله عزوجل ينزل العبد
حيث أنزله العبد من نفسه

"Sesiapa yang ingin mengetahui
kedudukannya di sisi Allah
maka lihatlah kedudukan Allah
di dalam hatinya.
Sesungguhnya Allah SWT
akan meletakkan
kedudukan seseorang hamba di sisiNya
sebagaimana hamba itu meletakkaNya
di dalam dirinya"

Aina Allah fi hayati ?? 
Di mana kita sering letakkan Allah di dalam hidup kita ?
Di dalam setiap urusan hari-hari kita ?
Hakikat Allah ArRahim, Allah ArRahman, Allah ArRazaq..
walau hambanya sering terlupa, terlalai dari mengingatiNya..
tetapi, nikmatNya mengalir tanpa henti..
IngatanNya tidak pernah luput dari mengingati hamba-hambaNya..

Satu motivasi yang cukup terkesan buat hatiku dari surah Al-Baqarah ayat 152.

"Ingatlah Aku, Aku akan mengingatimu.."

Rintihan Hamba

Ya Allah, kami tidak mampu untuk melaksanakan tanggungjawab yang Kau amanahkan kepada kami, melainkan dengan bantuanMu. Oleh itu, bantulah kami untuk melaksanakannya!

Ya Allah, kami tidak mampu memelihara diri kami dari terjerumus ke dalam kemaksiatan kepadaMu, melainkan dengan pemeliharaanMu. Oleh itu, peliharalah diri kami dari keterjerumusan itu!

Ya Allah, bantulah kami untuk benar-benar menjadi HAMBA-Mu!